Postingan

Penanganan Sampah Masker Bekas dari Pemakaian Mandiri pada Masa Pandemi COVID 19

(Jangan merasa) PERCUMA MEMILAH SAMPAH!

Sering banget menemukan kalimat penolakan  seperti di bawah ini saat melakukan sosialisasi pemilahan sampah, bahkan komentar di kolom chat saat webinar persampahan.   " Susah - susah memilah sampah nanti dicampur lagi di gerobak sampah". Eits, yakin gak mau memilah sampah? Apakah tahu kemana sampah dari tempat sampah di rumah diangkut oleh penggerobak sampah? Dari rumah kita, sampah yang dibawa oleh penggerobak sampah, mampir dulu ke TPS (Tempat Penampungan Sementara) atau TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle)  tidak langsung ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Biasanya di TPS penggerobak sampah atau pemulung akan mengambil sampah yang dianggap memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, plastik kemasan, kertas, koran, kardus, kaleng, dll. Kalau di TPS 3R malah setiap kantong kresek akan dibuka lalu dipilah dengan detail setiap jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi. 

Ekonomi Sirkular: Keterbatasan Kemampuan Daur Ulang

Masa lalu adalah ekonomi linier , dan saat ini e konomi sirkular (circular economy). Menurut United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) ekonomi sirkular adalah " B ahan untuk produk baru berasal dari produk lama. Sebisa mungkin, semuanya digunakan kembali, diproduksi ulang atau, sebagai upaya terakhir, didaur ulang kembali menjadi bahan mentah , atau digunakan sebagai sumber energi.” Ekonomi sirkular melihat sesuatu secara berbeda , tidak mengambil bahan mentah / virgin dari alam lalu mengubahnya menjadi produk yang akhirnya berakhir di TPA , tapi mengambil kembali sampah dan memasukkannya kembali ke awal sebagai bahan baku . Merupakan kebijakan terhadap sumber daya yang dimiliki. Ekonomi sirkular didasarkan pada tiga prinsip: mengelola sampah, mengedarkan produk dan material, dan meregenerasi alam. Jelas di mana pengelolaan sampah masuk di sini. Berbagai pemangku kepentingan sudah mendiskusikan strategi, menerapkan aturan baru, dan mendorong inovasi. Dari

Timbulan Sampah Masker dan Alternatif Pengelolaannya

Dalam masa pandemic setiap orang menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah ataupun bertemu dengan orang lain yang tidak serumah (masker, sarung tangan, dan hand sanitizer). Volume sampah plastik, kemasan makanan dan kemasan paket juga meningkat selama pandemi. Faktor-faktor ini menyebabkan fasilitas pengolahan sampah dan TPA tetap harus siap sedia menerima sampah dan melakukan pengolahannya. Status perkotaan di Kabupaten Sidoarjo adalah 92% dari seluruh wilayahnya. Dengan jumlah penduduk 2,1 juta maka yang tinggal di perkotaaan adalah 1,77 juta. Diasumsikan penduduk yang menggunakan masker adalah penduduk perkotaan yang beraktivitas di luar rumah, menggunakan masker satu lembar sehari dan  berat masker 3 gram/lembar maka potensi sampah masker yang harus diolah adalah 5,3 ton/hari. Data dari DLH Kabupaten Sidoarjo timbulan sampah rumah tangga adalah 1.470 ton (timbulan sampah 0,7Kg/orang/hari. Maka persentase sampah masker adalah 0,36% dari timbulan sampah harian s

CERITA DI PERBATASAN INDONESIA - TIMOR LESTE (Catatan Pada Oktober 2021)

Gambar
Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) secara resmi merdeka dan menjadi sebuah negara pada 20 Mei 2002 setelah diselenggarakan referendum pada 30 Agustus 1999 yang menghasilkan 78,5% rakyat memilih memisahkan diri dari NKRI.  Perbatasan darat Indonesia dengan RDTL berada di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang. Sejak merebaknya C19, Bulan Agustus 2021, RDTL melakukan lockdown dan baru membuka Perbatasan dengan Indonesia bulan Oktober 2021 ini. Pintu Perbatasan yang dibuka hanya di Motaain - Atambua, Kabupaten Belu. Hanya melalui jalur darat. Penerbangan belum ada kecuali pesawat carter dari Dili menuju Jakarta atau Dili - Australia dengan waktu tidak tentu.  Tidak mudah melintas batas kedua negara. Syarat mendapat 2 kali dosis vaksin, surat Despacho (semacam surat rekomendasi) dari RDTL, surat tugas yang berisi nama, tujuan masuk dan pemberi tugas, PCR yang masih berlaku 72 jam dan surat yang menerangkan telah booked tempat karantina selam

APAKAH KITA MASIH MEMERLUKAN TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH?

Gambar
  Gambar Gunungan Sampah Pada TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo (Tahun 2020) Tidak semua sampah dapat dilakukan daur ulang. Maka sampah tersebut bisa dipastikan akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Data bahwa tidak lebih dari 4% sampah yang dapat dilakukan daur ulang dan 36% harus berakhir di TPA (1) Kenyataan bahwa sampah dihasilkan dari setiap kegiatan manusia. Sampah merupakan   masalah rumit yang harus dihadapi peradaban. Data didapat timbulan sampah rata - rata yang dihasilkan setiap orang di Indonesia adalah 0,68 kg/orang/hari (2,3) TPA bukan merupakan tempat penumpukan sampah biasa. Pada Undang - Undang 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, seharusnya di Indonesia pada Tahun 2013 atau 5 tahun sejak UU ini diresmikan tidak ada TPA sampah dengan sistem open dumping . Sampah harus dikelola setidaknya dengan melakukan penutupan sampah dengan tanah penutup sehingga tidak ada bau atau lalat pada TPA.  Akan tetapi pada kenyataannya banyak Pemerintah Daerah yang tidak memil

APAKAH BIOPLASTIK MERUPAKAN SOLUSI?

Kantung plastik masih merupakan favorit untuk pengemas karena harganya yang murah dan mudah ditemukan. Karena harganya murah tersebut maka penggunaannya jadi tidak terkendali. Yang paling populer adalah plastik kresek yang digunakan sekali pakai. Di Indonesia baru beberapa wilayah Kabupaten / Kota / Provinsi yang telah memiliki aturan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai / single use plastic, diantaranya adalah  Provinsi Bali, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, DKI Jakarta dan Kabupaten Blitar. Bioplastik merujuk pada bahan baku yang terbarukan. Bioplastik dapat diklasifikasikan pada dua kelompok yaitu: Biobased Bioplastic yang berasal dari jagung, singkong dan berbagai macam serat yang berasal dari nanas, rami, pisang, jeruk dan lainnya Biodegradable Bioplastic yang berasal dari berbagai polimer yang dapat terurai menjadi karbon dioksida, gas metan dan air. Biodegradable Bioplastic yang belum terurai tetap berakhir di TPA atau berakhir di laut dan tetap menjadi permasalahan d

LIMBAH YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK CO-PROCESSING

Definisi Co-Processing Adalah penggunaan limbah pada proses - proses industri seperti di industri semen, kapur, baja, pembangkit listrik atau indusri yang menggunakan pembakaran skala besar dengan suhu yang tinggi. Co-Processing memiliki manfaat selain sebagai solusi persoalan penanganan limbah juga merupakan salah satu bentuk recovery energi dan bahan yang terkandung dalam limbah. Co-Processing digunakan sebagai  Alternative Fuel and Raw Material  (AFR). AFR yang digunalkan adalah sampah perkotaan, limbah B3 dan non B3, biomassa.  Co-Processing dapat mengurangi konsumsi sumber daya tak terbarukan. Limbah yang sudah digunakan sebagai Co-Processing di Indonesia: Ban bekas Bekas kemasan Sampah perkotaan Lumpur minyak Plastik Serbuk gergaji Sekam padi Pelumas bekas Limbah cat Limbah karet Limbah yang dilarang untuk  Co-Processing: Limbah medis Limbah yang mengandung asbes Limbah elektronik Limbah Baterai Limbah yang mudah meledak Limbah yang bersifat korosif Limbah  yang mengandung loga