LIMBAH YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK CO-PROCESSING

Definisi Co-Processing

Adalah penggunaan limbah pada proses - proses industri seperti di industri semen, kapur, baja, pembangkit listrik atau indusri yang menggunakan pembakaran skala besar dengan suhu yang tinggi. Co-Processing memiliki manfaat selain sebagai solusi persoalan penanganan limbah juga merupakan salah satu bentuk recovery energi dan bahan yang terkandung dalam limbah.
Co-Processing digunakan sebagai Alternative Fuel and Raw Material (AFR). AFR yang digunalkan adalah sampah perkotaan, limbah B3 dan non B3, biomassa. Co-Processing dapat mengurangi konsumsi sumber daya tak terbarukan.

Limbah yang sudah digunakan sebagai Co-Processing di Indonesia:
  • Ban bekas
  • Bekas kemasan
  • Sampah perkotaan
  • Lumpur minyak
  • Plastik
  • Serbuk gergaji
  • Sekam padi
  • Pelumas bekas
  • Limbah cat
  • Limbah karet

Limbah yang dilarang untuk  Co-Processing:
  • Limbah medis
  • Limbah yang mengandung asbes
  • Limbah elektronik
  • Limbah Baterai
  • Limbah yang mudah meledak
  • Limbah yang bersifat korosif
  • Limbah  yang mengandung logam berat, sianida, phosphor, barium, sulfur, potasium dan chlor
  • Limbah radio aktif
  • Limbah perkotaan yang tidak dipilah

Dilarang karena alasan lingkungan, keselamatan dan kualitas produk atau lebih cocok jika didaur ulang dll


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penanganan Sampah Masker Bekas dari Pemakaian Mandiri pada Masa Pandemi COVID 19

Jenis Sampah Yang Tidak Boleh Dibuang ke TPA

APAKAH KITA MASIH MEMERLUKAN TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH?

APAKAH BIOPLASTIK MERUPAKAN SOLUSI?

NOT IN MY BACK YARD (NIMBY)

PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI REFUSE DERIVED FUEL (RDF)

MANAJEMEN SOSIAL TERHADAP PEMULUNG DI TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH

Pembakaran Sampah Terbuka / Open Burning