CERITA DI PERBATASAN INDONESIA - TIMOR LESTE (Catatan Pada Oktober 2021)

Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) secara resmi merdeka dan menjadi sebuah negara pada 20 Mei 2002 setelah diselenggarakan referendum pada 30 Agustus 1999 yang menghasilkan 78,5% rakyat memilih memisahkan diri dari NKRI. Perbatasan darat Indonesia dengan RDTL berada di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang.


Sejak merebaknya C19, Bulan Agustus 2021, RDTL melakukan lockdown dan baru membuka Perbatasan dengan Indonesia bulan Oktober 2021 ini. Pintu Perbatasan yang dibuka hanya di Motaain - Atambua, Kabupaten Belu. Hanya melalui jalur darat. Penerbangan belum ada kecuali pesawat carter dari Dili menuju Jakarta atau Dili - Australia dengan waktu tidak tentu. 

Tidak mudah melintas batas kedua negara. Syarat mendapat 2 kali dosis vaksin, surat Despacho (semacam surat rekomendasi) dari RDTL, surat tugas yang berisi nama, tujuan masuk dan pemberi tugas, PCR yang masih berlaku 72 jam dan surat yang menerangkan telah booked tempat karantina selama di RDTL. Banyak pelintas yang ditolak keluar NKRI dari Imigrasi Indonesia jika semua syarat tidak dipenuhi. Pelintas berasal warga Indonesia yang bekerja atau berusaha di RDTL dan juga dari warga RDTL sendiri.

Gedung Pos Lintas Batas Negara Terpadu Motaain bagus. Berwibawa. Gedung sangat representative dengan 3 counter pemeriksaan dan stempel paspor, dilengkapi dengan 1 unit X-ray conveyor. Dilarang keras membawa ke RDTL daging dan olahannya tanpa surat karantina, rokok lebih dari 200 batang dan minuman beralkohol lebih dari 2 Liter dan juga uang cash lebih dari 100 juta.

Bundaran di PLBN Motaain



Kondisi di Dalam Gedung Imigrasi PBLN Motaain

Selain pelintas orang, barang komoditas dari Indonesia juga melintasi Perbatasan dengan kendaraan truk - truk besar. Komoditas Indonesia yang dibawa mulai bahan makanan hingga kebutuhan tersier lainnya yang diperlukan warga RDTL. Saat ini Perbatasan hanya dibuka setiap hari Rabu saja dari jam 09.00 - 12.00 saja. Oleh karena itu cukup banyak yang antri. Antrean mengular hingga keluar gedung. 

Antrean Truk Pengangkut Komoditas Masuk ke Timor Leste


Jika membawa koper atau bawaan berat sewalah porter untuk membantu membawa karena jarak gate Imigrasi Indonesia dengan RDTL berjarak 500 m dan harus berjalan kaki 😀 lumayan gempor kan kalau harus geret sendiri. Porter antara Rp 150.000 sampai dengan Rp. 250.000,-. Jalan yang dilalui pelintas orang sama dengan jalan truk juga, berdebu dan panas.

Porter Membantu Membawa Barang 


Setelah stempel paspor di Imigrasi Indonesia, pelintas menyusuri Jalan hingga melintasi pagar yang dijaga TNI (tidak ambil foto), keluar pagar batas wilayah Indonesia dan sungai. Sungai merupakan batas wilayah Indonesia dan RDTL.

Gate Perbatasan Setelah Keluar Imigrasi Motaain



Pakailah kacamata dan topi karena pelintas berjalan menyusuri Jalan berdebu dan panas kurang lebih 300 meter. Jalan ini jadi satu dengan truk pembawa komoditi Indonesia. Tidak terasa kok Jalan, karena pelintas disuguhi pemandangan pantai dengan langit dan pantai biru. Setelah melalui jalan ini pelintas akan sampai di gerbang RDTL. Disini semua barang bawaan disemprot desinfektan. 

Jalan yang Harus Disusuri Setelah Keluar Perbatasan Indonesia Menuju Imigrasi Timor Leste


Selanjutnya pelintas orang masuk ke area Imigrasi RDTL untuk dilakukan pengecekan dan menyerahkan copy hasil PCR dari Indonesia yang masih berlaku 3x24 jam, sertifikat vaksin dosis satu dan dua serta surat dari RDTL keperluan masuk. Selesai stempel paspor, koper masuk ke conveyor X-ray untuk dicek dan juga menyerahkan pernyataan tidak membawa barang terlarang. Jika clear and clean maka pelintas bisa keluar ke area parkir bertemu dengan penjemput.

Welcome to Republic Democratic Timor Leste.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis Sampah Yang Tidak Boleh Dibuang ke TPA

PENTINGNYA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH

(Jangan merasa) PERCUMA MEMILAH SAMPAH!

APAKAH KITA MASIH MEMERLUKAN TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH?

APAKAH BIOPLASTIK MERUPAKAN SOLUSI?

LIMBAH YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK CO-PROCESSING

Ekonomi Sirkular: Keterbatasan Kemampuan Daur Ulang

Timbulan Sampah Masker dan Alternatif Pengelolaannya

Pembakaran Sampah Terbuka / Open Burning