(Jangan merasa) PERCUMA MEMILAH SAMPAH!

Sering banget menemukan kalimat penolakan  seperti di bawah ini saat melakukan sosialisasi pemilahan sampah, bahkan komentar di kolom chat saat webinar persampahan. 

 "Susah - susah memilah sampah nanti dicampur lagi di gerobak sampah".

Eits, yakin gak mau memilah sampah? Apakah tahu kemana sampah dari tempat sampah di rumah diangkut oleh penggerobak sampah?

Dari rumah kita, sampah yang dibawa oleh penggerobak sampah, mampir dulu ke TPS (Tempat Penampungan Sementara) atau TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle) tidak langsung ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Biasanya di TPS penggerobak sampah atau pemulung akan mengambil sampah yang dianggap memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, plastik kemasan, kertas, koran, kardus, kaleng, dll. Kalau di TPS 3R malah setiap kantong kresek akan dibuka lalu dipilah dengan detail setiap jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi. 


Jangan merasa sia - sia memilah sampah

Jika sampah sudah kita pilah dari rumah, maka sampah pilahan itu akan tetap berada di dalam kantong sampai kemudian dibuka saat di TPS atau TPS 3R untuk dipilah. Jadi artinya sampah pilahan kita, akan tetap bersih tidak tercampur dengan sampah lainnya di gerobak sampah. Sebagai informasi bahwa sampah pilahan yang bersih memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan memilah sampah kering / organik dari sampah basah / sampah organik maka sampah kering / organik tetap kering dan bersih sampai saat dilakukan pemilahan.

Bandingkan jika kita tidak memilah sampah, semua sampah yang dibuang dijadikan satu kantong sampah. Jenis kertas (pembungkus, koran, kardus dan majalah) akan basah terkena sampah sisa makanan yang kita buang. Begitupun dengan plastik, akan kotor. Lalu sampah kertas tidak lagi memiliki nilai ekonomi karena tidak lagi laku dijual karena basah dan kotor. Jenis sampah plastik akan turun harganya dibandingkan saat sampah plastik masih bersih.

Jadi ini adalah hal yang paling sederhana yang bisa kita lakukan di rumah dengan melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang. Bisa kan? Yuk, Pasti Bisa.


Partisipasi Lanjutan Setelah Memilah Sampah

Nah ternyata tidak sia - sia kan memilah sampah. Jadi ternyata memilah sampah gampang dan mudah. Teruskan jadi kebiasaan baik.

Ada lagi lanjutannya setelah memilah sampah menjadi kebiasaan maka sampah yang dipilah bisa diberikan ke pemulung yang suka berkeliling di perumahan, jangan lagi dibuang ke tempat sampah. Pemulung akan sangat senang menerima sampah pilahan kita. Jika ada Bank Sampah di sekitar rumah, maka sampah pilahan ini bisa diserahkan ke Bank Sampah. Sekarang ini banyak Bank Sampah yang menerima sampah pilahan lalu berat dan jenis sampah pilahan akan dikonversikan setara logam mulia yang bisa diambil setahun sekali. 


Apalagi Yang Bisa Dilakukan?

Nah, apa lagi yang bisa dilakukan setelah berhasil memilah sampah antara sampah basah dan sampah kering?. Lakukan pengolahan sampah basah di rumah dengan melakukan pengomposan. Sampah basah atau biasa disebut sampah organik yang bisa dikomposkan terdiri dari sampah sisa makanan, sisa pengolahan bahan di dapur dan juga sampah taman. Sekarang ini banyak dijual online tong kompos ataupun compost bag. 


Sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)

Masih ada satu jenis sampah lagi seharusnya dipilah dan jangan sampai masuk dalam aliran sampah yang dibuang ke tong sampah, yaitu sampah B3. Termasuk sampah B3 yang ada di rumah adalah baterai dari remote AC, TV, Jam dll; perangkat elektronik, lampu, spare part kendaraan bermotor, oli dll. Untuk area Kota Surabaya dan sekitarnya bisa drop e-waste di ewasterj.com atau di kantor pemerintah yang memiliki drop box e-waste berwarna merah. 


Tidak ada yang sia - sia 

Artinya sekarang kita sudah berhasil memilah sampah kering / anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, lalu bisa mengolah sampah basah / organik menjadi kompos serta memilah sampah B3 dari sampah yang kita hasilkan. Keren kan?

Jadi lanjutkan apa yang sudah dilakukan sehingga menjadi kebiasaan. Sampahku, tanggung jawabku. Cintai Bumi.

Diskusi Lanjutan
dewi.dwirianti@gmail.com


 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH

Jenis Sampah Yang Tidak Boleh Dibuang ke TPA

APAKAH KITA MASIH MEMERLUKAN TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH?

APAKAH BIOPLASTIK MERUPAKAN SOLUSI?

LIMBAH YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK CO-PROCESSING

MANAJEMEN SOSIAL TERHADAP PEMULUNG DI TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR) SAMPAH

Pembakaran Sampah Terbuka / Open Burning

NOT IN MY BACK YARD (NIMBY)

CERITA DI PERBATASAN INDONESIA - TIMOR LESTE (Catatan Pada Oktober 2021)

PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI REFUSE DERIVED FUEL (RDF)